Minggu, 18 Januari 2009

PERANAN KADER DALAM KEGIATAN PENINGKATAN GIZI BALITA


A. Penimbangan Balita dan Pencatatan Hasil Timbangan

Penimbangan balita dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan balita. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam penimbangan balita di Posyandu adalah:

1) Menggantungkan dacin pada dahan pohon atau palang rumah atau penyangga yang lain

2) Memeriksa apakah dacin sudah tergantung dengan kuat

3) Meletakkan bandul geser pada angka 0 (nol) sebelum dipakai

4) Memasang sarung timbang/celana timbang/kotak timbang pada dacin

5) Menyeimbangkan dacin yang sudah dibebani sarung timbang/kotak timbang

6) Melakukan penimbangan pada anak

7) Menentukan berat badan anak dengan membaca angka di ujung bandul geser

8) Mencatat hasil penimbangan di secarik kertas sebelum ditulis di KMS

9) Sebelum anak diturunkan, menggeser bandul geser ke angka 0 (nol) dan meletakkan batang dacin dalam tali pengaman.

Setelah anak selesai ditimbang, dilakukan pencatatan hasil penimbangan di KMS. Beberapa hal yang harus dilakukan kader adalah:

1) Pada penimbangan pertama :

a) mengisi semua kolom yang tersedia di KMS

b) mengisi bulan lahir anak pada kolom “bulan dan tahun kelahiran anak”

c) mengisi semua kolom bulan setelah kolom bulan lahir anak

d) membuat / meletakkan titik berat badan anak pada titik temu garis tegak dengan garis datar sesuai hasil timbangan.

2) Pada penimbangan selanjutnya, menghubungkan titik hasil penimbangan bulan sebelumnya dengan titik hasil penimbangan bulan sekarang.

3) Mencatat kejadian penting atau penyakit yang diderita anak dalam garis tegak sesuai bulan yang bersangkutan.

B. Penyuluhan Atas Dasar Hasil Penimbangan

Berbagai hal yang harus disampaikan kader dalam memberikan penyuluhan pada ibu balita berdasarkan hasil penimbangan adalah:

1) Pada penimbangan pertama

a) Kader menjelaskan bahwa hasil penimbangan belum dapat diketahui jika berat badan anak berada di garis hijau atau kuning

b) Menjelaskan bahwa berat badan anak tidak normal jika berat badan anak berada di garis merah.

c) Menganjurkan ibu untuk menimbangkan anaknya bulan depan secara teratur.

2) Pada penimbangan selanjutnya:

a) Jika bulan lalu tidak ditimbang, kader menjelaskan bahwa hasil penimbangan belum dapat diketahui kecuali jika didapatkan tanda/gejala penyakit.

b) Bila berat badan anak naik, memberi pujian pada ibu dan anaknya

c) Bila berat badan tidak naik, kader memberikan penyuluhan pada ibu menggunakan lembar Balik “Menuju Keluarga Sehat”

d) Kader menanyakan pola makan anak sehari-hari dan apakah anak sakit.

e) Menganjurkan ibu untuk menimbangkan anaknya secara teratur setiap bulan.

3) Bila berat badan anak tidak naik tiga kali berturut-turut atau berada di bawah garis merah:

a) Kader menjelaskan pada ibu arti grafik, menjelaskan bahwa anak memerlukan pemeriksaan dan pengobatan segera

b) Kader membuat surat pengantar dan menganjurkan ibu balita membawa anak ke Puskesmas.

Beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar khususnya dalam kegiatan penyuluhan antara lain lingkungan sosial, yaitu manusia dengan segala interaksinya, subyek belajar, perlengkapan belajar dan alat-alat peraga, materi yang dipelajari, penyuluh atau fasilitator belajar serta metode belajar mengajar.

C. Memberikan Penyuluhan Pedoman Pemberian Makanan Balita

Hal-hal yang dapat dilakukan kader dalam memberikan penyuluhan pada ibu-ibu balita adalah:

1) Menggunakan lembar balik untuk kegiatan penyuluhan

2) Memperagakan alat dan bahan yang tersedia

3) Membuat acara tanya jawab dengan ibu-ibu, tidak terus bicara sendiri.

4) Berterus terang bahwa tidak dapat menjawab bila ada pertanyaan yang sulit dijawab, selanjutnya akan ditanyakan pada petugas yang lebih memahami.

D. Melakukan Kunjungan Rumah Untuk Memantau Perkembangan Kesehatan Balita

Kegiatan:

1) Kunjungan rumah dilakukan kader kesehatan terhadap keluarga atau ibu-ibu yang

a) Balitanya tidak hadir dua kali berturut-turut di Pos Penimbangan

b) Balitanya yang bulan lalu dikirim ke Puskesmas karena sakit, berat badannya tidak naik selama tiga bulan beruturut-turut, dan berat badannya di bawah garis merah KMS

2) Kegiatan yang dilakukan saat kunjungan rumah :

a) Memberi penyuluhan kembali mengenai manfaat datang ke Posyandu

b) Menanyakan alasan tidak hadir ke Posyandu, dan keadaan keluarga ibu balita

c) Bila mendapatkan balita atau ibunya sakit, kader mengirim mereka ke Puskesmas dengan membuat Surat Pengantar.

d) Mendoakan keluarga agar cepat sembuh

e) Mengajak ibu balita untuk datang kembali ke Posyandu bulan depan.

Tidak ada komentar: